Wednesday, November 4, 2009

Untitled 2

Untitled 2

Saat usia setegak matahari dhuhur
Tawa polos itu telah luntur

Kami tlah berfikir rumitnya dunia
Tentang aku, kamu dan dia

Kami tahu menyakiti dan disakiti
Masalah menghargai dan berbagi

Keberagaman dan perbedaan
Prinsip dan keyakinan

Lawan maupun kawan
Kepentingan diri maupun ketulusan

Keluarga dan harta
Persahabatan dan cinta

Kami tahu hidup ini rapuh dan fana
Kami tahu kami lemah tak berdaya

Saat usia setegak matahari dhuhur
Tawa polos itu telah luntur

Kedewasaan memaksamu memikul tanggung jawab
Keberanian bertanggung jawab membuatmu dewasa

Friday, September 11, 2009

Ismiy

Ismiy

Pemimpin
Adalah namaku

Namun
Darahku mengalir untuk menghamba
Tunduk patuh pada ketakutan
Kelemahan menggerogoti jiwa
Terseok di setapak memohon iba
Sepercik wibawa mau pun sahaja
Tak pernah membasahi wajahku

Pemimpin
Adalah namaku

Selimut tebal penutup kebobrokan
Cadar pekat penutup koreng luka

Pemimpin
Adalah namaku

Kemuliaannya mempermalukanku
Karena ku belum mampu
Menjadi imam untuk diriku

Monday, August 24, 2009

Untuk Kekasih Hatiku Yang Terlupa

Untuk Kekasih Hatiku Yang Terlupa

Dentum rindu berteriak
Benteng hati terkoyak
Air mata malam ini
Untuk kekasih hatiku yang terlupa

Aku lupa
Betapa indah aku menyebut-Nya

Aku lupa
Betapa hausnya aku pada nikmat-Nya

Aku lupa
Betapa terkaitnya batinku pada-Nya

Aku lupa
Betapa gelapnya jalanku tanpa cercah-Nya

Aku malu
Sungguh malu
Mengingkari janji pada-Nya
Meninggalkan-Nya
'tuk kesekian kalinya

Aku malu
Sungguh malu
Bersimpuh pada-Nya
Memohon ampunan-Nya'tuk kesekian kalinya pula

Namun
Aku tak akan sanggup
Menyembunyikan perasaanku pada-Nya

Karena hanya Dia
Yang paling mengerti
Cara mencintaiku setulusnya....

Astaghfirullah...

Tuesday, August 11, 2009

mati

berarti atau tidaknya seseorang
dapat dilihat dari kematiannya
ada yang tidak bisa tidur karena kehilangannya
ada yang tidur tulus pulas karena kematiannya
mau?

Kosong

Kosong

Kekosongan macam apa ini?

Kekosongan macam apa yang menyesakkan jiwa
Seperti gerombolan penyakit bedesakkan
Menghimpit paruku tuk bernafas

Kekosongan macam apa yang berdegup gelisah
Seperti suara bom waktu siap meledak
Membunuh perlahan sebelum hancur berantakan

Kekosongan macam apa ini?

Bukankah kosong itu lapang?
Bukankah kosong itu tenang?

Sunday, May 17, 2009

Ini Cuma Salah Paham... =)

Semua orang memiliki sikapnya sendiri, pandangannya sendiri karena mereka terbentuk dengan cara berbeda tiap orangnya. Itulah membuat manusia begitu unik dan menarik!
Gak ada manusia yang benar-benar sama dan cocok, wong kembar dempet aja bisa beda koq!
Dan berbeda itulah yang membuat kita sering menyalahkan orang lain dan begitu pula sebaliknya...
Padahal kalau kita mau mencoba diam dan mendengarkan sebentar saja, kita akan saling memahami...
Allah menciptakan 2 mata dan 2 telinga agar qta lebih banyak melihat dan mendengar, sedangkan diciptakan 1 mulut agar qta lebih sedikit berbicara... mengapa?
Karena dengan banyak melihat dan mendengar kau akan mengerti dan dengan banyak berbicara kau akan mudah menyakiti...

Untuk teman-temanku smua, selesaikan masalah dengan duduk bersama dan saling mendengar dan inshaAllah kalian akan tau... ocre!? ^^

Monday, April 20, 2009

Walking Small

2 minggu terakhir Chacha baca buku yang bagus banget.. Ada pesan yang Chacha inget terus dari buku itu. Tiap inget pesan itu, suka terngiang di kepala Chacha salah satu episode kartun Spongebob Squarepants.
Dalam episode yang judulnya Walking Small tersebut, diceritain kalau Plankton pingin buat Chum Bucket di daerah pantai. Si Plankton memperalat Spongebob supaya semua orang di pantai pergi. Spongebob disuruh tegas dan agresif (berbuat kejahatan) supaya Spongebob mendapat apa yang diinginkannya. Akhirnya semua orang pergi dari pantai karena merasa terganggu ama sikap Spongebob.


Saat Plankton baru aja akan membangun Chum Bucket, Spongebob sadar kalau dia diperalat dan dia merasa gak mendapat apa yang diinginkan. Spongebob langsung segera memperbaiki kesalahannya. 'Be Aggressive!' menurut Plankton ama Spongebob diubah menjadi untuk kebaikan. Spongebob melakukan hal-hal kecil yang baik ke orang-orang yang dia sakiti tadi. Akhirnya semua orang kembali ke pantai dan Plankton gak jadi mendirikan Chum Bucket.

Moral cerita:
~ Jika kita agresif dalam berbuat kebaikan, inshaAllah bukan cuma kita yang seneng tapi juga orang lain!
~ Inget, memperbaiki kesalahan juga gak segampang yang dilakukan Spongebob!

Oh, ya sekalian... ini buku yang Chacha baca:


Isinya bagus banget!!! Bener-bener mengupas masalah penyakit-penyakit hati kaya' dengki, kikir, sombong dll deh! InshaAllah manfaat kalau baca buku itu..

Sunday, April 19, 2009

Racun!

Racun!


Tertelan seteguk limun
Yang teraduk bisa racun
Tersentak aku dalam lamun
Segera aku terbangun
Mencari penawar ke gurun
Memasuki dusun-dusun
Seakan mencari harta karun
Namun
Pandanganku mulai merabun
Izrail pun turun
Merenggut jiwa lewat ubun-ubun
Berharap seseorang menuntun
Tapi mereka hanya tertegun
Saat mulutku berdarah merah marun