Gak tau kenapa, tapi Chacha yaqin 100% kalau gak ada orang Indonesia yang gak pernah melakukan kegiatan tersebut, termasuk Chacha!Waktu SMP, Chacha hobi kasih contekan dan menyontek jawaban temen. Kalau guru lagi gak bisa ngajar, kita dikasih tugas latian. Nah, di situlah saat-saat paling leluasa buat contek-menyontek + jiplak-menjiplak. Selain itu, tiap ulangan usahakan untuk nyontekin temen-temen (yang wajahnya udah kayak zombie gak minum darah 2 bulan saking gak bisanya ngerjain soal) atas nama solidaritas. But, kadang-kadang nyontek itu perlu lho! Jangan pikir Chacha adalah manusia jahat penebar aliran sesat lho ya... Tapi emang ada saat-saat dimana kita tidak bisa mengerjakan soal bukan karena kita malas belajar, tapi emang karena faktor tak terduga kaya' amnesia mendadak akibat abis kena musibah atau sakit perut, mual-mual, sariawan, bisul, panuan... dlll! Saat itu juga Chacha kadang gak tega kalau gak kasih contekan. Tapi tolong... jangan keterusan! Hal ini buat kita terlalu bergantung ama orang lain!
Waktu SMA, di situlah chacha belajar betapa pentingnya harga diri. Menyontek berarti merendahkan harga diri, meragukan kemampuan pribadi dan mengakui kejeniusan orang yang kita contek (ceileeeh, lebay sekali anda!). That's why, chacha jarang (yup, jarang!!!) menyontek selama SMA. Di situlah saat-saat dimana Chacha perlu pembuktian diri sejauh mana kemampuan Chacha. Saat-saat seperti itulah, Chacha usahakan untuk bekerja keras sendiri.
Waktu kuliah, chacha baru tahu ter-nya-ta, mayoritas temen bilang masa SMA mereka dipenuhi dengan adegan action horror berdarah bikin gak bisa tidur berbulan-bulan itu loh!!! gak ding, hehehe... tapi... menyotek n menjiplax githu! Why?? Mereka bilang, ini soal solidaritas, saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air. Ada yang bilang kira-kira begini "Kalau ujian ada salah satu yang gak lulus, itu adalah kesalahan kita semua. Iya kalau dia keluarga berada yang bisa nyisihin uang buat ujian lagi, tapi kalau gak? Kasihan orang tuanya yang harus nerima kenyataan anaknya gak lulus ujian, gak punya biaya buat ujian ulang... Sia-sia sekolah 3 tahun gak dianggap gara-gara gak lulus ujian 3 hari!".
Pasti semua orang setuju perbuatan curang itu salah, BETULL!!?? Tetapi, kenapa sih sebenernya kita teuteup keukeuh nyontek? Apakah nilai itu puenting buanget dibanding pemahaman sampai-sampai kita menyontek? Apa karena kita ini yang emang terkenal malas berusaha atau sistem pendidikan Indonesia yang kurang baik, sampai-sampai kita menyontek?
Andai nilai bukan penentuan belajar kita selama ini + rasa haus ilmu kita itu tinggi, mungkin tabiat contek-menyontek bisa dikurangi. Kata kakak tingkat chacha, saat ini kita hanya bisa berusaha mengikuti sistem yang ada dulu (mengejar nilai, IP, dll). Akan tetapi, nanti ketika kita berhasil menjadi orang yang berpengaruh (dalam bidang pendidikan, misalnya), kitalah yang akan mengubah sistem itu menjadi lebih baik!
Kalau Chacha sekarang??? Sejujur-jujurnya sih.... Chacha mah, masih aja suka nyontek! Hehehhehe... =P















